Dahulu ada orang bijak yang terkenal reputasinya karena pengetahuannya serta kebijaksanaanya yang tinggi.Suatu hari seorang pria mendatanginya dan berkata “Tahukan anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda ?”.”Tunggu sebentar” jawab si orang bijak,”Sebelum memberitahukan saya sesuatu,saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil.Ujian tersebut dinamakan ‘Ujian Saringan Tiga Kali’ (The Triple Filters Test)”.”Saringan 3x ?” Tanya pria tersebut.”Betul”,lanjut orang bijak itu.”Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya,mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan.Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali.
Saringan yang pertama adalah KEBENARAN.Sudah pastikah anda bahwa apa yang akan anda katakan kepada saya adalah benar ?”.”Tidak” kata pria tersebut,”sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda”.”Baiklah” kata orang bijak itu,”jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak.
Sekarang mari kita coba saringan yang kedua,yaitu KEBAIKAN.Apakah yang akan anda katakana kepada saya mengenai teman sayaadalah sesuatu yang baik ?”.”Tidak,sebaliknya mengenai hal yang buruk”.”Jadi” lanjut orang bijak lagi,”anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia,tetapi anda tidak yakin kalau itu benar.Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya,yaitu KEGUNAAN.Apakah apa yang ingin anda beritahukan mengenai teman saya tersebut akan berguna buat saya ?”.”Tidak,sungguh tidak”,jawab pria tersebut.”Kalau begitu”,simpul orang bijak akhirnya “jika apa yang anda ingin beritahukan kepada saya TIDAK BENAR,TIDAK JUGA BAIK,bahkan TIDAK BERGUNA untuk saya,kenapa ingin menceritakan kepada saya ?”
** Sebuah panah yang telah melesat busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah,dan kata-kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang,keduanya tidak tidak pernah bisa ditarik kembali.Jadi sebelum bicara gunakanlah saringan tiga kali.
Lihatlah bagaimana adab Islam dalam menjaga lisan :
· ”Wahai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”.(QS:Al-Ahzab 70).
· “Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk),hal itu menggelincirkan dia kedalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat”.(Shahih,HR.Al-Bukhari 6091 dan HR.Muslim 6988 dari Abu Hurairah).Al-Imam An-Nawawi mengatakan : “Hadits ini (hadits Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim) teramat jelas menerangkan bahwa sepantasnya bagi seseorang untuk tidak berbicara kecuali dengan pembicaraan yang baik,yaitu pembicaraan yang sudah jelas maslahatnya dan kapan saja dia ragu terhadap maslahatnya,janganlah dia berbicara”
· (Al-Adzkar hal.280,Riyadhus Shalihin 1011).Dalam kitab Riyadhus Shalihin,Al-Imam An-Nawawi mengatakan : “Ketahuilah setiap orang yang telah mendapatkan beban syariat,seharusnya menjaga lisannya dari semua pembicaraan,kecuali pembicaraan yang sudah jelas maslahatnya.Bila keadaan berbicara dan diam sama maslahatnya,maka sunnahnya adalah menahan lisan untuk tidak berbicara.Karena pembicaraan yang mubah bisa menarik kepada pembicaraan yang haram atau dibenci,dan hal seperti ini banyak terjadi.Keselamatan itu tidak bisa dibandingkan dengan apapun”.
Sumber :
Fp : Halal-Kan Aku Ayah
With edited by HAA